Sabtu malam (10/09/2022) guyuran hujan iringi dimulainya sinau bareng Cak Nun dan Kiai Kanjeng di Alun-alun Bojonegoro.

"Turunnya titik-titik air dari langit Insya Allah adalah turunnya berkah, riski, dan keselamatan dari Allah untuk kita semua." Jadi kalimat pembuka Cak Nun untuk ribuan jamaah maiyah yang datang dari penjuru Bojonegoro dan dari daerah lain untuk duduk bersandingan dengan tujuan menjernihkan fikiran, berbagi ilmu, dan pengetahuan.

Cak Nun menyampaikan bahwa Ilmu itu mudah masuk ke akal kita kalau kita bergembira, kalau hati kita ikhlas, kalau hati kita tentram. Oleh karenanya Cak Nun mengajak Ibu Bupati dan para pejabat Forpimda Kab. Bojonegoro yang duduk di kanan kirinya, serta semua masyarakat yang hadir tumpah ruah di Alun-alun Bojonegoro untuk bergembira sembari melantunkan sholawat-sholawat andalan Kiai Kanjeng.

Guyuran hujan yang semakin malam semakin hilang diganti dengan hangatnya diskusi mengenai arti dari alunan Thala'al Badru'Alaina. "Telah terbit bulan purnama untuk kita, Diantara dua bukti. Dan wajiblah kita mengucap syukur... " Sepenggal artian dari alunan sholawat tersebut.

"Penggaweanmu, omahmu, dan semua urusanmu, oleh Allah ditempatkan ditempat yang sebaik-baiknya, yang diberkahi Allah, dijaga para malaikat Allah, dan di syafaati kanjeng Nabi Muhammad SAW. "Adalah doa penutup dan harapan Cak Nun ketika mengakhiri Sinau Bareng Caknun dalam rangka Full Moon Fest. Tahun 2022.


By Admin
Dibuat tanggal 12-09-2022
37 Dilihat
Bagaimana Tanggapan Anda?
Sangat Puas
67 %
Puas
33 %
Cukup Puas
0 %
Tidak Puas
0 %